ToiletToilet adalah barang yang sangat penting di kamar mandi, dan juga sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Munculnya toilet telah membawa banyak kemudahan bagi kita. Banyak pemilik rumah yang memperhatikan pemilihan dan pembelian toilet, berfokus pada kualitas dan penampilan, seringkali mengabaikan masalah pemasangan toilet, berpikir bahwa memasang toilet itu mudah, padahal pemasangan toilet tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Anda harus mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan! Mari pelajari lebih lanjut bersama editor.
Bagaimana cara memasang toilet?
1. Pemotongan pipa saluran pembuangan
Secara umum, selama proses dekorasi, pipa pembuangan dipasang di kamar mandi, yang tertutup dan hanya perlu dipotong jika diperlukan. Saat memasang toilet, pipa pembuangan perlu dipotong, asalkan cincin flensa dipasang pada pipa yang dipotong.
2. Sisakan dua lubang kecil
Kedua lubang kecil ini disediakan di toilet. Secara umum, agar toilet dapat digunakan secara normal, dua lubang kecil perlu disediakan di tepi toilet. Kedua lubang kecil ini dirancang untuk membuat saluran pembuangan lebih lancar dan mencegah penyumbatan saat pembuangan limbah.
3. Menggunakan sekrup tetap
Penggunaan sekrup tetap dapat membuat pemasangan toilet terlihat lebih indah dan mencegah karat pada sekrup toilet. Jika sekrup toilet berkarat, hal itu dapat menyebabkan bau tidak sedap di seluruh kamar mandi, yang mengakibatkan pengalaman pengguna yang buruk.
4. Perekat kaca
Perekat kaca merupakan bahan tambahan penting yang dapat berperan sebagai penstabil, memungkinkan kloset berdiri tegak di lantai kamar mandi tanpa risiko miring atau roboh. Perekat ini juga dapat membuat flensa terpasang lebih kokoh di pipa pembuangan, sehingga seluruh kloset tetap dalam kondisi yang relatif stabil.
Apa saja tindakan pencegahan yang perlu dilakukan saat memasang toilet?
1. Pertama-tama, Anda harus menyukai penampilan dan bentuknya. Amati apakah permukaan bagian dalam dan luar glasir cerah, jernih seperti kristal dan halus, apakah ada riak, retakan, kotoran berbentuk jarum, penampilan simetris, dan apakah stabil dan tidak bergoyang saat diletakkan di tanah.
2. Periksa apakah komponen air di dalam tangki air merupakan produk asli pabrik, memiliki fungsi penghematan air 3 hingga 6 liter, apakah bagian dalam tangki air dan pipa pembuangan dilapisi glasir, dan apakah suara ketukan di bagian mana pun dari toilet terdengar jelas dan nyaring.
3. Sebelum membeli, penting untuk menentukan ukuran pasti jarak antara pusat saluran air dan dinding. Umumnya, jarak lubang instalasi adalah 300 atau 400 mm. Jika Anda tidak yakin, Anda dapat bertanya kepada mandor berapa jarak lubang instalasi di rumah Anda dan mendengarkan pendapat mandor tentang berapa jarak lubang instalasi yang sebaiknya Anda beli.
4. Toilet produksi dalam negeri tidak pernah kalah kualitasnya dengan merek impor, dan sebagian besar produk dari merek impor tersebut adalah produsen OEM yang mampu memenuhi persyaratan teknis profesional tingkat tinggi dari merek-merek besar di Tiongkok!
5. Mengapa tidak menghabiskan jumlah uang yang sama untuk produk dalam negeri kelas atas daripada menghabiskan 1000 atau 2000 yuan untuk produk impor kelas bawah atau ketinggalan zaman saat memilih toilet? Mengapa tidak menggunakan produk kamar mandi paling mutakhir yang mendukung industri nasional? Mengapa kita hanya harus membeli yang mahal dan bukan yang tepat?
6. Gaya toilet sebaiknya ditentukan berdasarkan situasi aktual dan preferensi pribadi, seperti pilihan toilet yang terhubung atau terpisah, toilet yang lebih besar, atau toilet biasa.
7. Perhatikan metode pembilasan dan konsumsi air pada toilet. Ada dua metode pembilasan umum untuk toilet: pembilasan langsung dan pembilasan sifon. Secara umum, toilet pembilasan langsung menghasilkan lebih banyak suara saat membilas dan cenderung menimbulkan bau. Toilet sifon termasuk toilet yang senyap, dengan daya serap air yang tinggi dan bau yang lebih sedikit.
8. Pahami apakah metode pembuangan air di kamar mandi dan toilet Anda mengalir secara horizontal ke dinding atau ke bawah ke lantai. Lubang pembuangan berada di lantai dan berfungsi sebagai saluran pembuangan; Lubang pembuangan terletak di dinding belakang, yang merupakan pembuangan belakang. Jarak antara toilet dengan pembuangan bawah dan dinding yang sudah jadi harus ditentukan dengan jelas (jarak antara garis tengah saluran pembuangan toilet dan dinding yang sudah jadi). Jarak antara toilet dengan pembuangan bawah dan lantai yang sudah jadi harus ditentukan dengan jelas (jarak antara garis tengah saluran pembuangan belakang toilet dan lantai yang sudah jadi).







